Seoul, 27/08/18, Tim Olimpiade Memory Indonesia berhasil meraih 2 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu pada Kejuaraan Daya Ingat, 2nd Korea Open Memory Championship, 25-26 Agustus 2018. Indonesia berhasil bersaing dengan 160 peserta lainnya yang berasal dari Korea Selatan, Mongolia, China, Jepang, Inggris, Libya dan Moldova, dengan menempatkan posisi akhir Negara Indonesia di urutan ke-2.

Foto Tim Olimpiade Memory Indonesia

Kompetisi yang diselenggarakan di Global Convention Plaza Main Auditorium (5F), Seoul National University ini mempertandingkan 10 jenis perlombaan yang mengasah kemampuan otak, antara lain :

1. 5 menit mengingat wajah dan nama (Names & Faces)
2. 5 menit mengingat urutan angka binary acak (Binary Numbers)
3. 5 menit mengingat urutan gambar acak (Random Images)
4. 5 menit mengingat urutan angka acak (Speed Numbers)
5. 5 menit mengingat tahun dan kejadian (Historic Future Dates/HFD)
6. 10 menit mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok (Random Cards)
7. 5 menit mengingat urutan kata acak (Random Words)
8. 15 menit mengingat angka acak (Random Numbers)
9. Mengingat angka acak yang diucapkan dalam interval 1 detik per 1 angka (Spoken Numbers), dan
10. Mengingat secepat-cepatnya 1 deck kartu remi (52 kartu) yang telahg dikocok (Speed Cards).

Tim binaan Indonesia Memory Sports Council yang dipimpin International Grandmaster Memory, Yudi Lesmana ini, terdiri atas 12 anggota, antara lain :

1. Shafa Annisa Rahmadani (siswi SMP Kesatuan Bangsa, Yogyakarta)
2. Fathimah Aiko A. (siswi SMA Islam Al-Irsyad Satya, Kota Baru Parahyangan, Jawa Barat)
3. Afifah Hasna (siswi SMAN 2 Cimahi, Jawa Barat)
4. Wafa Fauziah (siswi SMAN 8 Bandung, Jawa Barat)
5. Zara Tabina (siswi SMPIT Aulady, BSD, Tangerang Selatan, Banten)
6. Muhammad Daffa Dhiyauddin (siswa SD Nizamia Andalusia, Jakarta)
7. Ravel Xeon Ciu (siswa SMP Pangudi Luhur Ambarawa)
8. Nadia Almeera (siswi SDIT Sinar Cendikia, BSD, Tangerang Selatan, Banten)
9. Yossyifa Zahra Permata (siswi SMP An Nahl Islamic School, Bogor, Jawa Barat)
10. Rinaldy Adin (siswa SMAN 8 Jakarta)
11. Farah Afifah Pulungan (siswi SMAN 1 Depok, Jawa Barat)
12. Amira Tsurayya Muniruzaman (siswi SMA Pesantren Al-Bayan, Sukabumi, Jawa Barat).

Empat dari anggota Tim berhasil membawa harum nama bangsa dikancah internasional. Tidak tanggung-tanggung, bertanding di kategori junior, Shafa Annisa (siswi SMP Kesatuan Bangsa, Yogyakarta) berhasil membawa pulang 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, disusul Farah Afifah Pulungan (siswi SMAN 1 Depok, Jawa Barat) dengan memperoleh 1 emas, lalu Amira Tsurayya Muniruzaman (siswi SMA Pesantren Al Bayan, Sukabumi, Jawa Barat) dengan memperoleh 1 perak dan yang terakhir Zara Tabina (siswi SMPIT Aulady, BSD, Tangerang Selatan, Banten) mendapatkan 1 perunggu.

Pencapaian rekor ingatan fantastis diraih oleh srikandi Indonesia, antara lain Shafa yang mampu mengingat 100 digit urutan angka acak yang diucapkan dalam 100 detik dan Juga Farah yang mampu mengingat 47 Wajah dan Nama acak dalam waktu 5 menit saja. Tidak hanya itu saja, Amira juga mampu mengingat 77 urutan kata dalam 5 menit dan Zara meraih perunggu kategori kids dengan mengingat 198 urutan gambar acak dalam 5 menit.

Hasil kejuaraan ini juga membuktikan kemampuan otak anak bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata. Tim Olimpiade Memory Indonesia pada momen ini juga turut serta menyemarakkan Asian Games dengan berprestasi dan mempromosikan perhelatan akbar yang sedang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Meskipun tim berangkat dengan dukungan terbatas dan biaya pribadi, Tim Memory Sports Indonesia tetap menunjukkan taringnya di mata dunia dan membawa harum nama Indonesia.

Sumber Foto lain dapat diakses di : http://bit.ly/KoreaMemory2018


1 Comment

Nurkhalisa Agustin · July 8, 2019 at 4:04 pm

Keren bangettt. Congrats! Semangat untuk terus menjadi yang terbaik 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *