JAKARTA — Jelang musim liburan, biasanya banyak orang yang membuat rencana perjalanan ke tempat-tempat wisata. Indonesia memang menyimpan ribuan keindahan tempat wisata. Pesona alamnya yang menakjubkan mulai gunung, hutan, pantai, air terjun, dan situs-situs bersejarah. Tradisi serta budaya dari masing-masing daerah yang juga begitu unik dan menarik.

Yang tidak biasa, sejumlah anak-anak ini mengingat berbagai detail informasi mengenai objek-objek wisata di Indonesia. Pada Jumat (20/12) lalu, bertempat di HEI SPACE, 88 Office Tower Kasablanka, tak kurang dari 50 peserta mengikuti kegiatan pemecahan Rekor MURI. Mereka mencoba memperoleh rekor ‘Mengingat Informasi Peta Wisata Indonesia dengan Peserta Terbanyak’.

“Taman Wisata Alam Sibolangit,” ujar seorang peserta bernama Indira, “Luasnya 24 hektare, berjarak 35 kilometer dari Kota Medan. Selain sering dijumpai lutung dan kera, di tempat ini juga terdapat bunga bangkai Amorphophallus titanum. Oya, sejak tanggal 10 Maret 1938 tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam.” Semua informasi tersebut dituturkan oleh pelajar SMPIT Aulady BSD itu dengan lancar, sembari menunjuk lokasinya di peta interaktif yang terpampang di layar.

Lain lagi dengan Shafa Annisa. Pelajar SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta ini datang dari Kota Gudeg untuk menguji ingatannya terhadap informasi tempat wisata di Yogyakarta. Sepekan sebelumnya, setiap peserta memang telah mendapat bagian untuk mengingat satu dari 34 provinsi di Indonesia.

“Gunung Merapi adalah salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Ketinggian puncaknya 2.930 meter di atas permukaan laut. Sejak tahun 1548 gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali, terakhir kali meletus tanggal 17 November 2019 lalu,” ujar gadis pemegang titel International Grandmaster of Memory (IGM) yang diperolehnya dari Asia Open Memory Championship 2019, Denpasar, bulan Oktober lalu.

Baik Indira maupun Shafa merupakan murid-murid binaan Indonesia Memory Sports Council (IMSC). Meskipun demikian, kegiatan pemecahan Rekor MURI ini terbuka untuk umum. Siapa pun dan dari rentang usia berapa pun dapat mengikutinya. Tempat wisata di masing-masing provinsi terbagi menjadi Wisata Alam, Wisata Air, Wisata Bahari, dan Wisata Humaniora. Setiap peserta ditugaskan untuk mengingat informasi wisata seperti luas daerah, ketinggiannya, lokasinya, fasilitasnya, hingga harga tiket masuknya.

Tes dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah tes tertulis, di mana setiap peserta diberikan 20 pertanyaan secara acak dan harus dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan tingkat kebenaran minimal 80%. Pada kesempatan ini, para peserta sukses menjawab pertanyaan sejumlah 91,56%.

Adapun tahap kedua adalah uji lisan, seperti yang telah dilakukan Indira dan Shafa. Uji lisan ini tentu lebih menegangkan bagi peserta, karena setiap peserta yang dipilih secara acak oleh juri independen diharuskan menyebutkan seluruh informasi yang diingatnya dari sebuah tempat wisata di hadapan seluruh hadirin lainnya. Hadirin dapat mengecek kebenaran informasinya melalui peta yang ditampilkan di layar.

Juri Independen dan Notaris mencatat sebanyak 94,2% pertanyaan berhasil dijawab dengan tepat oleh peserta yang terpilih secara acak pada uji lisan ini. Dengan demikian, para peserta telah berhasil memecahkan Rekor MURI ‘Mengingat Informasi Peta Wisata Indonesia dengan Peserta Terbanyak’ dengan hasil yang sangat baik.

Sejak berdirinya, IMSC tak henti membina dan menginspirasi putra-putri bangsa untuk menciptakan rekor-rekor dunia. Pada tahun 2017, ratusan siswa telah meraih Rekor MURI ’Mengingat Digit Angka Pi dengan Peserta Terbanyak’ dengan hasil 13.500 digit angka yang diingat. Sedangkan pada tahun 2018, Rekor MURI lainnya yaitu ‘Mengingat Ensiklopedia dengan Peserta Terbanyak’ berhasil dipecahkan dengan mengingat keseluruhan isi dari empat buku tebal— Tubuhpedia, Faunapedia, Lautpedia, dan Seranggapedia— yang disusun oleh National Geographic.

“Prestasi tingkat nasional MURI akan menjadi faktor pembeda bagi siswa untuk menonjol di antara prestasi-prestasi lainnya. Dengan berpartisipasi di ajang ini, peserta tidak hanya mendapatkan Piagam MURI, namun juga mendapatkan pra-pelatihan untuk meningkatkan daya ingatnya. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi strategi belajar mereka di sekolah,” terang Yudi Lesmana IGM selaku Ketua IMSC.

***

Tentang Indonesia Memory Sports Council Berdiri sejak tahun 2014, lembaga ini memiliki sumber daya manusia yang kompeten dalam mengajajar dan melatih masyarakat dalam peningkatan daya ingat dan konsentrasi. 5 Rekor MURI, 2 Rekor Dunia, dan ratusan medali di bidang daya ingat telah dimiliki lembaga ini lewat berbagai kompetisi memory internasional di 9 negara. www.memorysports.id

Categories: Event

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Open for Registration!