Jakarta, 11-12 September 2021 – Peningkatan kualitas pendidikan dan motivasi belajar masyarakat di era pandemi Covid-19 saat ini merupakan tantangan besar yang dialami oleh banyak pihak mulai dari pelajar itu sendiri, pihak sekolah, bimbingan belajar, hingga orang tua. Banyak yang mengalami culture shock terhadap proses belajar daring, sehingga berdampak pada menurunnya prestasi.

Namun hal ini tidak menghalangi pelajar Indonesia dari berprestasi di International Memory Sports Championship 2021 yang diikuti oleh puluhan peserta dari 7 negara yakni Jepang, India, Hong Kong, Belgia, Filipina, Malaysia, dan Indonesia sendiri. Para atlet memory dari Indonesia berhasil mengumpulkan 12 medali di tingkat internasional, dan berhasil keluar sebagai 2nd Country Champion dengan akumulasi 1878 poin, terpaut sedikit dengan Jepang di posisi pertama dengan 1976 poin.

Peserta dan arbiter International Memory Sports Championship 2021

Kejuaraan daya ingat yang diselenggarakan oleh Global Alliance of Memory Athletics (GAMA) ini dilangsungkan secara daring melalui Zoom dengan mempertandingkan 3 jenis kompetisi, yaitu Random Numbers (5 mengingat urutan angka acak); Random Words (5 menit mengingat urutan kata acak); dan Random Cards (5 mengingat urutan kartu remi acak). Tak hanya itu, bagi yang memenuhi kualifikasi juga akan menerima sertifikat Memory Practitioner Level 1-6, yang menunjukkan kapasitas seorang atlet memory dalam perjalanannya menuju predikat Grandmaster.

Tim Indonesia yang berada di bawah pembinaan IMSC (Indonesia Memory Sports Council) pimpinan Grandmaster of Memory, Yudi Lesmana, kali ini berhasil membawa pulang 4 perak, dan 3 perunggu, dan 5 medali Best New Players. Selain itu, sebanyak 11 pelajar menerima sertifikasi sebagai Memory Practitioner Level 1, 1 pelajar di Level 2, 1 pelajar di Level 4, dan 1 pelajar di Level 5.

Dalam kompetisi daya ingat, peserta dikelompokkan ke dalam tiga kategori usia yakni Kids/Anak-anak (≤ 12 tahun), Junior/Remaja (13-17 tahun), dan Adult/Dewasa (18-59 tahun). Masing-masing peserta memperebutkan posisi juara umum, juara per kategori, serta juara per nomor pertandingan. Selain itu, bagi para peserta yang baru mengikuti kompetisi daya ingat, diberikan pula penghargaan Best New Player untuk masing-masing kategori.

Hasna Widyaningrum, siswi SMP dari Pasuruan yang berasal dari kategori remaja, berhasil mengingat 128 angka acak dan 62 kata acak dalam waktu 5 menit. Pencapaian tersebut berhasil mengamankan medali perak untuk kedua cabang tersebut. Pencapaian ini menempatkannya sebagai 2nd Overall Champion, harus takluk kepada Vishvaa Rajakumar dari India yang berhasil keluar sebagai 1st Overall Champion pada International Memory Sports Championship ini.

Selain itu, ada Raffi Ramdhani, siswa SMP dari Medan di kategori anak-anak, juga mendapatkan medali perak dengan mengingat 39 kata acak. Arifah Arianata, siswi SD dari Sangatta berhasil memenangkan medali perunggu dengan keberhasilannya mengingat 40 kartu remi acak dalam waktu 5 menit. Masih di kategori anak-anak, Ghaisan Raka dari Bekasi berhasil menjadi 3rd Overall Kids Champion dengan mengumpulkan 476 poin. Adapun untuk Best New Players, pelajar Indonesia yang berhasil meraihnya adalah Arifah Arianata, M. Farozdaq Syaukani, Ihsan Naufal, Raffi Ramdhani, dan Thea Calista Samiadji.

Untuk ke sekian kalinya, walau dengan dukungan terbatas, hasil kejuaraan ini membuktikan bahwa kemampuan daya ingat anak bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata oleh dunia. Sejak berdiri pada tahun 2014, IMSC secara rutin melatih dan mengirimkan atlet-atlet daya ingat untuk bertanding pada Olimpiade Memory di berbagai negara. Hingga hari ini, Tim Olimpiade Memory Indonesia telah mengantongi ratusan medali emas, perak, perunggu, Rekor Dunia, serta 7 Rekor MURI. Prestasi yang diraih atlet-atlet binaan IMSC telah dipublikasikan pada situs resmi Kemdikbud RI sebagai berikut:


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Open for Registration!